Selasa, 05 April 2016

Sistem Produksi dan Proses Produksi

BAB II
PEMBAHASAN
2.1     Pengertian Sistem Produksi
Organisasi industri merupakan salah satu mata rantai dari sistem perekonomian, karena ia memproduksi dan mendistribusikan produk ( barang dan /atau jasa).  Produksi merupakan fungsi pokok di dalam setiap organisasi, yang mencangkup aktivitas yang bertanggung jawab untuk menciptakan nilai tabah produk yang di ciptakan output dari setiap organisasi tersebut.
Sistem adalah merupakan suatu rangkain unsur-unsr yang saling dan tergantung serta saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya yang keseluruhannya merupakan satu kesatuan bagi pelaksanaan kegiatan bagi pencapaian tujuan tertentu.  Sedangkan definisi dari produksi adalah kegiatan untuk meningkatkan kegunaan suatu barang atau jasa melalui proses transpormasi masukan menjadi keluaraan.  Jadi dapat dikatakan bahwa system produksi adalah gabungan dari beberapa unit atau elemen-elemen yang saling berhubungan dan saling menunjang untuk melaksanakan proses produksi dalam suatu perusahaan tertentu.  Di dalam sistem produksi modern terjadi suatu proses transpormasi  tambah yang merubah input menjadi output yang dapat di jual dengan harga kompetitif di pasar.  Proses transformasi nilai tambah dari input menjadi output dalam sistem produksi modern selalu melibatkan komponen struktural dan fungsional.  Sistem produksi memiliki beberapa karakteristik berikut:
1.      Mempuyai komponen-komponen atau elemen-elemen yang saling berkaitan satu sama lain dan membentuk satu kesatuan yang utuh. Hal ini berkaitan dengan komponen structural yang membangun system produksi itu.
2.      Mempunyai tujuan yang mendasari keberadaannya, berupa menghasilkan produk ( barang atau jasa ) berkualitas yang dapat dijual dengan harga komptetif di pasar.
3.      Mempunyai aktivitas berupa proses transformasi nilai tambah untuk menjadi output secara efektif dan efesien.
4.      Mempunyai mekanisme yang mengendalikan pengoprasiannya berupa optimasi pengalokasian sumber daya.
Sistem produksi memiliki komponen atau elemen struktural dan fungsional yang berperan penting menunjang kontinuitas operasional system produksi itu.  Komponen atau elemen structural yang membentuk sistem produksi terdiri dari: bahan ( material ), mesin dan peralatan tenaga kerja, modal, energi, informasi, tanah dan lain-lain.  Sedangkan komponen atau elemen fungsional terdiri dari: supervise, perencanaan, pengendalian, koordinasi dan kepemimpinan yang semuanya berkaitan dengan manajemen dan organisasi.  Secara skematis sederhana sistem produksi dapat digambarkan seperti dalam Gambar 1.1.


                                                                  Gambar 1.1
Dari gambar 1.1 tampak bahwa elemen-elemen utama dalam system produksi adalah: input, proses dan output, serta adanya suatu mekanisme umpan balik untuk pengendalian system produksi itu agar mampu meningkatkan perbaikan terus menerus ( continuous improvement ).

contoh Sistem produksi jasa dan manufaktur
No
Sistem
Input
Output
1
Bank
Karyawan ,fasilitas gedung dan peralatan kantor ,modal,energi,informasi,manajerial dll.
Pelayanan finansial bagi nasabah ( deposito,pinjaman,dll)
2
Rumahsakit
Dokter ,perawat, karyawan,fasilitas gedung dan peralatan medis ,laboratorium, modal, energi, informasi ,manajerial,dll.
Pelyanan medis bagi pasien ,dll.
3
Universitas
Dosen ,asisten,mahasiswa,karyawan, fasilitas gedung dan peralatan kulaih perpustakaan,laboratorium,modal, energi, informasi, ,manajerial,dll.
Pelayanan akademik bagi mahasiswa untuk menghasilkan Sarjana(S1),Magister(S2),Dokter(s3),dll.
4
Transportasi Udara
Pilot, pramugari,tenaga mekanik ,karyawan,pesawat terbang,fasilitas,gedung dan peralatan kantor ,energi, iformasi,manajerial,dll.
Transportasi udara bagi orang dan barang dari satu lokasi ke lokasi lain.
5
Manufaktur
Karyawan ,fasilitas gedung dan peralatanpabrik,material,modal,energi,informasi manajerial,dll.
Barang jadi,dll.

2.2.1  Elemen Input dalam Sistem Produksi
Pada dasarnya input dalam system produksi dapat di klasifikasikan ke dalam dua jenis yaitu:
1.      Input tetap (fixedinput)  didefinisikan sebagai suatu input bagi system produksi yang tingkat penggunaan input  itu tidak  tergantung pada jumlah output yang akan di produksi. Bagaimanapun perlu diperhatikan bahwa input tetap hanya dipertimbangkan untuk periode jagka pendek (short run Period) sedangkan untuk periode angka panjang (long run period) semua input bagi system produksi dipertimbangkan sebagai input variable.
2.      Input variable (variable input) didefinisikan sebagai suatu input bagi system produksi yang tingkat pengunaan input itu tergantung pada jumlah output yang akan diproduksi.
2.2     Pengertian Proses Produksi
Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa (Assauri, 1995).
Proses juga diartikan sebagai cara, metode ataupun teknik bagaimana produksi itu dilaksanakan. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan dana  menambah kegunaan (Utility) suatu barang dan jasa. Menurut Ahyari (2002) proses produksi adalah suatu cara, metode ataupun teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang ada.
Melihat kedua definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa proses produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia.
Maka dari itu, Proses Produksi merupakan kegiatan menambah faedah (kegunaan) dari suatu benda atau menciptakan suatu benda baru (hasil) sehingga lebih bermanfaat dalam pemenuhan kebutuhan.


2.3     Tujuan Produksi
Kita dapat melihat bahwa tanpa kegiatan produksi, kebutuhan manusia yang banyak ragamnya itu tidak dapat dipenuhi. Kemajuan dalam hal melakukan produksi ada hubungannya dengan standar hidup. Jadi, secara umum tujuan produksi adalah memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Adapun tujuan proses produksi lainya adalah
1.      Menghasilkan barang atau jasa
Sangat jelas jika tujuan kegiatan produksi adalah menghasilkan barang atau jasa dengan menciptakan barang atau jasa baru melalui proses produksi oleh produsen.
2.      Meningkatkan nilai guna barang atau jasa
Sebuah perusahaan atau industri memproduksi suatu barang bertujuan untuk meningkatkan nilai guna barang itu sendiri, di mana sebelumnya barang tersebut belum atau kurang berguna tetapi sesudah melalui proses produksi nilai guna dari barang tersebut menjadi lebih tinggi.
3.      Meningkatkan kemakmuran masyarakat
Tujuan dari proses produksi diharapkan dapat menghasilkan produk yang nantinya dapat mendatangkan keuntungan (profit oriented) yang nantinya kemakmuran masyarakat akan meningkat karena masyarakat akan memperoleh keuntungan dengan memproduksi suatu barag/jasa.
4.      Meningkatkan keuntungan
Dengan memproduksi barang dan jasa diharapkan dapat meningkatkan keuntungan industri/perusahaan tersebut
5.      Memperluas lapangan usaha
Apabila suatu perusahaan sudah memiliki skala produksi yang besar dan diminati atau laku pasar maka dapatlah dipastikan bahwa perusahaan tersebut akan semakin besar sehingga dapat memperluas lapangan usaha.
6.      Menjaga kesinambungan usaha perusahaan
Tujuan berikutnya adalah untuk menjaga kesinambungan usaha perusahaan sehingga perusahaan tersebut dapat terus berjalan baik dalam memperoleh faktor-faktor produksi, memproduksi barang dan jasa serta menjualnya ke pasar untuk mendapatkan keuntungan.

2.4 Jenis-jenis Proses Produksi
1.      Jenis proses produksi di tinjau dari segi wujud proses produksi :
a.                   Proses produksi kimiawi
Proses produksi kimiawi merupakan suatu proses produksi yang menitikberatkan kepada adanya proses analisa atau sintesa serta senyawa kimia. Contoh perusahaan obat-obatan, perusahaan tambang minyak.
b.                  Proses produksi perubahan bentuk
Proses perubahan bentuk adalah proses produksi dimana dalam pelaksanaannya menitikberatkan pada perubahan masukan (input) menjadi keluaran (output) sehingga didapatkan penambahan manfaat atau faedah dari barang tersebut. Contohnya perusahaan mebel, perusahaan garmen.
c.                   Proses produksi assembling
Proses produksi assembling merupakan suatu proses produksi yang dalam pelaksanaan produksinya lebih mengutamakan pada proses penggabungan dari komponen-komponen produk dalam perusahaan yang bersangkutan atau membeli komponen produk yang dibeli dari perusahaan lain. Contohnya perusahaan yang memproduksi peralatan elektronika, perakitan mobil.
d.                  Proses produksi transportasi
Proses produksi transportasi merupakan suatu proses produksi dengan jalan menciptakan jasa pemindahan tempat dari barang ataupun manusia. Dengan adanya pemindahan tempat tersebut maka barang atau manusia yang bersangkutan ini akan mempunyai kegunaan atau merasakan adanya tambahan manfaat. Contohnya perusahaan kereta api, perusahaan angkutan.
e.                   Proses produksi penciptaan jasa administrasi
Proses produksi penciptaan jasa administrasi adalah suatu proses produksi yang memberikan jasa administrasi kepada perusahaan-perusahaan yang lain atau lembaga-lembaga yang memerlukannya. Pemberian metode penyusunan, penyimpanan dan penyajian data serta informasi yang diperlukan oleh masing-masing perusahaan yang memerlukannya merupakan jasa yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan semacam ini.
Seperti yang kita ketahui bahwa cara, metode dan teknik menghasilkan produk banyak, tetapi secara umum dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
1.       Proses produksi terus menerus (Continous processes)
Proses produksi terus-menerus adalah proses produksi yang mempunyai pola atau urutan yang selalu sama dalam pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan. Proses produksi secara kontinu dilakukan pada industri dengan skala produksi besar. Contoh industri yang melakukan produksi secara kontinu adalah industri gelas. Gelas dipanaskan sehingga berbentuk lunak dan kemudian dialirkan ke mesin pencetak untuk dibentuk. Proses pencairan dan pencetakan berlangsung secara terus menerus tanpa terhenti. Proses produksi pada umumnya dihentikan berdasarkan keperluan perawatan dan perbaikan. Secara rutin (bisa sebulan sekali, enam bulan sekali, atau setahun sekali) proses produksi dihentikan dan dilakukan perawatan dan pemeriksaan menyeluruh (overhaul) terhadap alat-alat proses.
Pada proses produksi secara kontinu umum digunakan sistem yang terotomatisasi. Dengan bantuan PLC (Programmable Logic Controller) atau pengontrol otomatis lain, kesalahan proses produksi akibat kecerobohan manusia dapat dikurangi sehingga proses produksi dapat berlangsung terus menerus dengan kondisi yang stabil atau bahkan mendekati tunak (semua keadaan konstan dan tidak berubah).
Ciri-ciri dari proses produksi tereus-menerus :
1.                  Produksi dalam jumlah besar, variasi produk sangat kecil dan sudah distandarisir.
2.                  Menggunakan product lay out atau departmentation by product.
3.                  Mesin bersifat khusus.
4.                  Operator tidak mempunyai keahlian yang tinggi.
5.                   Salah satu mesin/ peralatan rusak atau terhenti, seluruh proses produksi terhenti.
6.                  Tenaga kerja sedikit.
7.                  Persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses kecil.
8.                  Dibutuhkan maintenance specialist yang berpengetahuan dan pengalaman yang banyak.
Adapun kebaikan dari proses produksi terus-menerus :
a.                   Biaya per unit rendah bila produk dalam volume yang besar dan distandardisir.
b.                  Pemborosan dapat diperkecil karena menggunakan tenaga mesin.
c.                   Biaya tenaga kerja rendah.
d.                  Biaya pemindahan bahan di pabrik rendah karena jaraknya lebih pendek.
       Adapun kekeurangan dari proses produksi terus-menerus
a.                   Terdapat kesulitan dalam perubahan produk.
b.                  Proses produksi mudah terhenti yang menyebabkan kemacetan seluruh proses produksi.
c.                   Terdapat kesulitan menghadapi perubahan tingkat permintaan.

2.       Proses produksi terputus-putus (intermitten processes)
Proses produksi terputus-putus adalah suatu proses produksi dimana arus proses yang ada dalam perusahaan tidak selalu sama. Pada umumnya dilakukan oleh industri proses kimia dengan skala produksi kecil atau menengah dan industri manufaktur.
Contoh dari industri yang umumnya melakukan proses produksi secara terputus-putus adalah industri manufaktur seperti industri sepatu dan industri proses kimia seperti industri farmasitintacat, dan perekat. Pada proses produksi terputus-putus tinta dan cat, dikenal teknik colour-run. Teknik ini berlangsung dengan memproduksi warna paling muda terlebih dahulu, seperti misalnya kuning muda, dilanjutkan dengan warna yang lebih tua, seperti misalnya jingga, kemudian merah dan seterusnya hingga mencapai warna hitam dan proses produksi diulang lagi. Dengan menggunakan teknik ini, pencucian dan rekonfigurasi mesin antar partai dapat diminimalkan. Namun demikian, warna putih (yaitu warna opaque, bukan transparan), adalah satu-satunya warna yang tidak dapat diproduksi dengan menggunakan teknik ini karena pigmen putih dapat memengaruhi warna lain.

Adapun cirri-ciri dari proses produksi terputus-putus :
1.                  Produk yang dihasilkan dalam jumlah kecil, variasi sangat besar.
2.                  Menggunakan mesin-mesin bersifat umum dan kurang otomatis.
3.                  Operator mempunyai keahlian yang tinggi.
4.                  Proses produksi tidak mudah terhenti walaupun terjadi kerusakan di salah satu mesin.
5.                  Menimbulkan pengawasan yang lebih sukar.
6.                  Persediaan bahan mentah tinggi.
7.                  Membutuhkan tempat yang besar.
Adapun kelebihan dari produksi terputus-putus
Fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan produk yang berhubungan dengan mesin bersifat umum yaitu system pemindahan menggunakan tenaga manusia, diperoleh penghematan uang dalam investasi mesin yang bersifat umum dan proses produksi tidak mudah terhenti, walaupun ada kerusakan di salah satu mesin.
Adapun kekurangan dari proses produksi terputus-putus yaitu :
1.                 Dibutuhkan scheduling dan routing yang banyak karena produk berbeda tergantung      pemesanan.
            2.                  Pengawasan produksi sangat sukar dilakukan.
            3.                  Persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses cukup besar.
4.                 Biaya tenaga kerja dan pemindahan bahan sangat tinggi, karena menggunakan banyak    tenaga kerja dan mempunyai tenaga ahli.






2.5     Faktor Produksi
Faktor produksi adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memproduksi barang dan jasa.
Faktor-faktor produksi meliputi :
            ·                 Faktor Produksi Alam
Faktor produksi alam ialah semua kekayaan yang terdapat di alam semesta yang dapat digunakan dalam proses produksi. Faktor produksi alam sering pula disebut faktor produksi asli. Faktor produksi alam terdiri atas tanah, air, sinar matahari, udara, dan barang tambang.
·                  Faktor Produksi Tenaga Kerja
Faktor produksi tenaga kerja (labor) ialah faktor produksi insani secara langsung maupun tidak langsung menjalankan kegiatan produksi. Faktor produksi tenaga kerja dikategorikan sebagai faktor produksi asli. Meskipun mesin-mesin telah banyak menggantikan manusia sebagai pelaksana proses produksi, namun keberadaan manusia mutlak diperlukan.
         ·                     Faktor Produksi Modal
Faktor produksi modal adalah faktor penunjang dalam mempercepat atau menambah kemampuan dalam memproduksi. Faktor produksi modal dapat berupa mesin-mesin, alat pengangkutan, sarana pengangkutan, atau bangunan.
  ·                      Faktor Produksi Keahlian

Faktor produksi keahlian adalah keahlian atau keterampilan yang digunakan seseorang dalam mengkoordinasikan dan mengelola faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.